Minggu, 02 Oktober 2011

SBY Segera Panggil Para Calon Menteri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka World Batik Summit, Rabu (28 Sept 2011) di Jakarta Convention Center. Terkait rencana pergantian sejumlah menteri, SBY akan segera memanggil para calon menteri.
JAKARTA - Seiring santernya kabar tentang reshuffle kabinet, sejauh ini memang belum ada kepastian tentang tanggal pengumuman perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Namun demikian sudah dipastikan bahwa dalam waktu dekat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera memanggil nama-nama yang masuk dalam daftar calon menteri.
 ‘’Presiden akan berkomunikasi. Yang jelas akan ada komunikasi Presiden dengan para calon menteri yang akan menduduki jabatan,’’ kata juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha pada wartawan di komplek Istana, Rabu (28/9).   
Julian juga mengatakan, mayoritas menteri-menteri yang tergabung dalam KIB II telah melakukan komunikasi dengan Presiden SBY. Namun Julian menolak menjawab perihal hasil pertemuan SBY dengan para pembantunya di KIB II itu.
 Julian juga menolak memberikan penjelasan apakah para calon menteri itu akan menjalani proses fit and propert test, seperti halnya ketika SBY memanggil para calon menteri ke Cikeas sebelum pengumunan KIB II, 2009 lalu. Sebab, kata Julian, hal itu  menjadi hak preogatif Presiden SBY.
 Hari ini, Presiden SBY telah mengumpulkan seluruh menterinya dalam suatu pertemuan tertutup. Agendanya adalah mendengar paparan dari Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).
 Namun menurut Julian, pertemuan tersebut tidak membahas secara khusus mengenai reshuffle. ‘’Lebih kepada implementasi strategi pemerintah selama ini. Presiden sangat memperhatikan apa yang menjadi masukan dan pertimbangan dari wantimpres,’’ kata Julian.
 Julian juga membantah bila reshuffle mendatang merupakan upaya untuk pencitraan. ‘’Tujuannya jelas, kita ingin dalam sisa tiga tahun pemerintahan ini akselerasinya lebih cepat. Tujuan pemerintah lebih optimal dengan tim yang lebih baik,’’ katanya.
  Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan akan memberikan pidato politik sebelum tanggal 20 Oktober 2011 mendatang. Pidato ini sekaligus sinyal resmi tentang segera dilakukannya reshuffle kabinet. Pidato ini juga menjadi wadah SBY untuk memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia tentang kinerja pemerintahannya selama dua tahun terakhir.
 ‘’Beliau akan menyampaikan policy speech dalam waktu dekat kepada rakyat. Sebelum tanggal 20,’’ kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ryaas Rasyid usai pertemuan dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Rabu (28/9).
          
 Dalam pertemuan tertutup tersebut, Ryaas mengatakan bahwa Wantimpres tidak memberikan masukan perihal reshuffle kabinet. Wantimpres hanya memberikan masukan mengenai situasi terkini yang berkembang di masyarakat yang secara tidak langsung berhubungan dengan kinerja kabinet.
 Dari laporan Wantimpres kata Ryaas, ada beberapa hal yang menjadi perhatian Presiden SBY khususnya di bidang ekonomi. Masih banyaknya kesenjangan pembangunan antara wilayah Timur dan Barat Indonesia, menjadi salah satu keprihatinan Presiden SBY.
 ‘’Beliau prihatin situasinya belum maksimal. Masih banyak pengangguran. Tidak seimbang antara Timur dan Barat. Juga menyangkut reformasi birokrasi,’’ kata Ryaas.
  Keprihatinan Presiden SBY lainnya karena banyak program pemerintah yang ternyata tidak berjalan baik di daerah. Seperti dana Bantuan Sosial (Bansos) yang ternyata disalahgunakan oleh Pemda.
    ‘’Tidak fokusnya penggunaan dana Bansos. Karena digunakan untuk kepentingan politik utamanya di daerah. Presiden ingin dana itu fokus untuk rakyat,’’ kata Ryaas.
     Perhatian Presiden SBY lainnya adalah hubungan antara pemerintah dengan parlemen yang diharapkan dapat berjalan lebih bagus lagi. Pemahaman yang sama antara pemerintah dengan DPR dinilai penting agar tidak banyak RUU yang tersendat.
 “Itu kan untuk kemaslahatan umum kenapa tidak membangun kesepahaman. Masalahnya bagaimana mengharmoniskan pemerintah dengan DPR agar kebijakan tidak terhambat. Kalau kita fokusnya kemajuan rakyat, harusnya bisa mempertemukan pendapat,’’ kata Ryaas tentang harapan Presiden SBY.(afz/jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar